1. Bakmi Jawa Pak Gareng

Bakmi Jawa Pak Gareng
Olahan mi tentunya menjadi salah satu sajian kuliner yang paling banyak digemari berbagai lapisan masyarakat. Apabila Anda hendak berburu mi di Semarang, kuliner Bakmi Jawa Pak Gareng ini adalah tempat makan yang sangat cocok.
Bakmi Jawa Pak Gareng melayani konsumen setia mereka setiap hari, tepatnya setelah matahari terbenam. Hidangan andalan tempat kuliner Semarang ini adalah sajian mi dengan cita rasa khas Jawa. Variasi mi tersebut terdiri dari bakmi kuah dan bakmi goreng.
Selain bakmi andalannya, tempat kuliner Semarang ini juga menawarkan menu nasi ruwet. Berbentuk olahan nasi goreng yang dicampur mi serta sate ayam atau sate kambing, menu alternatif ini juga tidak kalah lezatnya. Bakmi Jawa Pak Gareng berlokasi di Jalan Wotgandul Dalam No. 173, Gabahan, Semarang Tengah.
2. Mangut Welut Warung Bu Nasima

Mangut Welut Warung Bu Nasima
Belut merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki daging paling gurih. Ikan yang kaya gizi ini relatif mudah diolah. Anda bisa menikmatinya dengan cara digoreng kering, bisa juga diolah menggunakan kuah santan kental atau sering disebut mangut.
Penyedia mangut paling terkenal di Semarang tentu saja Warung Bu Nasima. Untuk membuktikan kelezatannya, Anda bisa bergegas menuju ke Jalan Menoreh No. 10, Sampangan, Gajahmungkur.
Racikan bumbu kuah mangut yang pedas, ditambah belutnya yang gurih dan empuk saat disantap, dijamin akan membuat keringat Anda bercucuran. Cicipi juga aneka hidangan lain, seperti misalnya ikan belanak goreng, ayam goreng, nila bumbu rujak, garang asem, lele goreng, keong bumbu pedas, bandeng goreng, mujair goreng, belanak goreng, kering tempe, serta oseng-oseng dan pepes.
Tempat wisata kuliner di Semarang ini siap melayani Anda dari hari Senin sampai Sabtu, mulai pukul 06.00-16.00 WIB.
3. Tahu Gimbal Pak Edy

Tahu Gimbal Pak Edy
Tahu Gimbal memang sudah terkenal sebagai salah satu kuliner favorit di Semarang. Kunjungan Anda dipastikan belum lengkap, kalau tidak menikmati olahan tahu bercampur udang ini.
Tahu Gimbal Pak Edy berlokasi di Jalan Menteri Supeno, Mugassari, Semarang Selatan. Penanda paling mudahnya adalah Taman Keluarga Berencana (KB). Bisa dikatakan kawasan taman ini memang pusatnya penjualan tahu gimbal di Semarang. Anda bisa menikmati kenikmatannya dari sore sampai malam hari.
Tahu gimbal sendiri berisi campuran irisan lontong, sayur kol, telur, tauge dan taburan bawang goreng beserta kerupuk. Tahu Gimbal Pak Edy disajikan dengan bumbu kacang yang agak encer dan banyak, sehingga kenikmatannya terasa merata. Jika suka pedas, di tempat kuliner Semarang ini Anda juga bisa memesan tingkat kepedasan sesuai selera.
4. Lumpia Gang Lombok

Lumpia Gang Lombok
Semarang sangat identik dengan lumpia. Ketika singgah di Semarang, sudah pasti Anda akan berburu kuliner khas Semarang ini. Sebelum Anda membungkusnya untuk buah tangan keluarga dan teman-teman, nikmati dahulu cita rasanya di Lumpia Siem Swie Kiem.
Nama bekennya adalah Lumpia Gang Lombok, sesuai lokasinya yang berada di Gang Lombok No. 11, Kauman, Semarang Tengah. Tempat wisata kuliner Semarang ini sangat dekat dengan Klenteng Tay Kak Sie, sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukannya.
Lumpia Gang Lombok berhasil mendapat tempat istimewa di hati para pecinta kuliner Semarang karena rasa rebungnya tidak terlalu dominan. Porsinya juga cukup besar dan bisa dimakan bersama 2 orang sekaligus sehingga bisa lebih hemat.
Meskipun buka sejak jam 8 pagi sampai jam 5 sore, Lumpia Gang Lombok bisa tutup lebih cepat kalau pelanggannya datang berlimpah. Jangan heran juga jika lumpia pesanan Anda harus antre hingga 1 jam, ya!
5. Warung Makan Asem-asem Koh Liem

Warung Makan Asem-asem Koh Liem
Asem-asem adalah kuliner yang berbahan daging sapi yang dipotong dadu dengan kuah berwarna bening kecokelatan. Menggunakan belimbing wuluh sebagai bumbu utama, asem-asem diolah dengan cabai sehingga menghasilkan rasa asam dan pedas yang sangat menyegarkan.
Tempat kuliner Semarang terbaik untuk mencicipi rasa segarnya asem-asem, tentu saja di Warung Makan Koh Liem. Berlokasi di Jalan Karanganyar No. 28/C4, Gabahan, Semarang Tengah, Warung Makan Asem-Asem Koh Liem siap melayani Anda setiap hari, mulai pukul 9.00 sampai dengan pukul 19.00 WIB.
Selain sajian asem-asem, warung ini juga menawarkan banyak jenis kuliner lain, contohnya kikil lombok ijo, nasi langgi, dan bandeng sarden sangat Indonesia. Ada pula pilihan menu khas Tionghoa, seperti lontong Cap Gomeh, capcai, hingga olahan daging babi, udang, dan daging kodok.
6. Waroeng Semawis

Waroeng Semawis
Tempat wisata kuliner Semarang yang satu ini memang hanya buka pada malam hari saja. Antusias pecinta kuliner Semarang akan terlihat jelas ketika mereka meramaikan Waroeng Semawis pada malam akhir pekan. Tujuannya adalah untuk menyantap aneka menu oriental dan nusantara yang ditawarkan di tempat kuliner di Semarang yang satu ini.
Waroeng Semawis dapat ditemukan di Jalan Gang Warung No. 50, Kauman, Semarang Tengah. Pilihan makanan yang dapat Anda nikmati di sini antara lain nasi gudeg, nasi pindang, sate sapi, serta berbagai hidangan seafood. Sementara untuk pilihan minumannya, Anda bisa mencicipi wedang ronde dan aneka teh dengan berbagai merek tempo dulu.
7. Es Puter Cong Lik

Es Puter Cong Lik
Es Cong Lik menyediakan banyak sekali pilihan es puter seperti es puter cokelat, kopyor, leci, sirsak, kelengkeng, blewah, alpukat, kacang dan durian. Pilih saja sesuai selera Anda karena semua rasanya menawarkan tingkat kelezatan yang tidak berbeda.
Porsi es puter yang disajikan tidak terlalu besar, namun terlihat cukup padat dengan komposisi 1-2 scoop es krim. Untuk ukuran warung tenda yang tempatnya tidak terlalu besar, harga Es Puter Cong Lik relatif terjangkau, yakni sekitar Rp10-12 ribu.
Penamaan Cong Lik sendiri berasal dari akronim “Kacung Cilik”. Dalam terjemahan bahasa Indonesia berarti “pembantu kecil”. Nama ini digunakan karena sang pemilik, Pak Sukimin, pernah menjadi pelayan orang Jepang semasa muda. Dia dikenal sebagai pekerja yang ulet dan lincah ketika berjualan es keliling kawasan Mataram dan Pecinan.
Saat ini penjualan es puter telah dilanjutkan oleh generasi kedua Pak Sukimin, yakni Pak Imam Suwarto. Anda bisa menemukan Es Puter Cong Lik di Jalan K.H. Ahmad Dahlan A No.11, Karangkidul, Semarang Tengah.
8. Mie Siang Kie

Mie Siang Kie
Kedai mi yang sudah berdiri sejak zaman Belanda ini mempunyai menu andalan mi pangsit. Satu porsi mi pangsit biasanya disajikan dengan serpihan telur dadar, pangsit rebus berisi daging babi, irisan tipis daging ayam, tahu bakso, bakso ikan dan kekian udang.
Disajikan dalam mangkuk lengkap dengan kuah kaldu berisi sawi hijau, kelezatan Mie Siang Kie tidak perlu diragukan lagi. Buka setiap hari dari pukul 08.30 sampai 16.30, kedai mi ini selalu dipadati pembeli, terutama para warga keturunan Tionghoa.
Jika Anda tertarik, lekaslah berkunjung ke Jalan Gang Lombok No. 10, Kauman, tidak jauh dari Klenteng Tay Kak Sie.
9. Pisang Plenet

Pisang Plenet
Sesuai namanya, pisang plenet merupakan pisang bakar yang dibuat dengan cara ditekan hingga pipih. Penyajiannya menggunakan aneka toping, seperti misalnya cokelat, keju, selai stroberi, selai nanas, dan kacang.
Penyedia kuliner pisang plenet di Semarang dapat Anda temukan di tiga tempat. Masing-masing berlokasi di seberang Mal Sri Ratu Pemuda, Jalan Gajah Mada, dan Pasar Semawis. Walaupun terlihat simpel, kuliner Semarang ini termasuk kuliner legendaris, misalnya Pisang Plenet Pak Tuko di Jalan Pemuda, yang sudah melayani pembeli sejak tahun 1960an.
Saat ini pisang plenet Jalan Pemuda dikelola oleh generasi kedua Pak Tuko. Namanya Pak Turdi. Beliaulah yang akan Anda kunjungi ketika membeli satu porsi pisang plenet seharga Rp4.000,00.
Di Pasar Semawis sendiri, pengunjung pisang plenet akan memadati pesanan pada malam-malam akhir pekan. Keramaian akan dimulai sejak pukul 18.00-22.00 WIB, sedangkan di ruko Mal Sri Ratu, Anda bisa datang antara jam 1 siang sampai jam 8 malam.
10. Soto Bangkong

Soto Bangkong
Kuliner soto merupakan sajian yang relatif mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia, demikian juga saat Anda berkunjung ke Semarang. Salah satu tempat soto paling terkenal di Semarang adalah Soto Bangkong. Tempat kuliner Semarang ini sudah melayani pembeli sejak tahun 1950an lho.
Meskipun namanya soto bangkong, soto ini tidak menggunakan olahan daging katak (bangkong). Nama bangkong sendiri diambil dari nama jalan tempat berjualannya. Lokasi ini juga dikenal dengan nama Jalan Brigjen Katamso No. 1, Peterongan, Semarang Selatan.
Satu porsi soto bangkong akan berisi ayam suwir, irisan tomat, bihun, tauge, serta taburan bawang putih dan bawang merah. Penyajiannya dilengkapi dengan kuah bening kecokelatan yang muncul dari campuran kecap. Kuliner khas Tionghoa ini bisa Anda nikmati dengan harga Rp10.000,00 saja per porsinya.
Selain menawarkan sajian soto, Anda juga bisa menyantap menu-menu lain, seperti misalnya ayam goreng, garang asem, sate ayam, sate kerang, sate telur puyuh, tempe bergedel, rempelo ati goreng atau semur, brutu goreng dan semur, serta menthok goreng.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar